Pemuda Masjid Nurul Huda Mengajak Masyarakat Ikut Mengaji


Masjid Nurul Huda yang berada diwilayah Kelurahan Pakuan Baru aktif melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan yang salah satu aktivitasnya mengaji bagi para remaja dan dewasa. 

Menurut Jupri (14/02/2026), salah satu narasumber informasi kegiatan ini menguraikan kalau mengaji sudah kita lakukan sebenarnya di tahun 2021 dimasa-masa masih kondisi covid 19 dengan pengajarnya adalah Ustad Ashar. Namun, tidak berapa lama kegiatan tersebut berhenti tak kala sang ustad melanjutkan pendidikannya di kota Makasar.

Tapi kini, sejak bulan november 2025 hingga sekarang kegiatan tersebut berlanjut kembali bersama Ustad Ashar setelah beliau menyelesaikan studinya. Ditambahkan Jupri, kegiatan mengaji ini dipelopori oleh dirinya beserta teman-teman yang lain, yakni Fadli dan Yusuf yang selaku ketua kegiatan ini.

Pengajian dengan metode atau model Dirosah yang sering disebut Dirosa sebagai pendidikan Alquran Orang Dewasa yang merupakan metode pembelajaran baca tulis Alquran dan dirancang khusus untuk orang dewasa atau remaja, yang menitikberatkan pada kesederhanaan, kecepatan, dan pendekatan praktis.

Secara rinci maksud model Dirosa:

  • Pendidikan Alquran Orang Dewasa (Dirosa): Ini adalah metode yang difokuskan untuk individu dewasa yang belum bisa membaca Alquran (buta huruf Alquran) agar bisa membaca dengan tartil. Tartil artinya membaca Al-Qur'an secara perlahan, tenang, dan tidak tergesa-gesa, dengan melafalkan setiap huruf sesuai makhraj dan hukum tajwid yang benar. Secara bahasa, tartil bermakna teratur dan rapi. Tujuannya agar pembaca dapat menghayati, merenungkan makna, serta memberikan hak-hak huruf secara utuh. 
  • Pembelajaran Terstruktur: Metode ini berkesinambungan dan bertingkat, mulai dari tingkat dasar hingga mahir.
  • Praktis dan Cepat: Pendekatan Dirosa mempermudah peserta dalam memahami tanda baca (harakat) dan makhraj huruf secara efektif tanpa perlu waktu bertahun-tahun.
  • Pemberdayaan: Selain belajar, program ini sering bertujuan untuk menjadikan peserta didik sebagai pengajar (TOT - Training of Trainer) di lingkungannya.
  • Bukan Hanya Bacaan: Dirosa juga menekankan pada perenungan dan pengamalan isi Alquran, bukan sekadar melafalkan huruf. 

Secara ringkas, model Dirosah adalah solusi pendidikan baca tulis Alquran yang santai, terorganisir, dan efektif, terutama bagi masyarakat dewasa yang baru ingin belajar atau memperbaiki bacaan Alqurannya.

Saat ini peserta pengajian berjumlah 9 orang dan yang sangat aktif untuk terus hadir pada pengajian ini ada 7 orang, dimana kegiatan pengajian dilaksanakan selama 3 hari setiap minggunya, yakni setelah sholat Isya dihari Senin (malam selasa), Selasa (malam rabu) dan hari Jum'at (malam sabtu).

Cara mengajinyapun menggunakan Tahsin dan Tahsin adalah proses memperbaiki, memperindah, dan membaguskan bacaan Al-Qur'an agar sesuai dengan kaidah ilmu tajwid dan makhraj (tempat keluarnya huruf) yang benar. Tujuan utamanya adalah menghindari kesalahan bacaan yang dapat mengubah makna dan memastikan bacaan sesuai sunnah. Program ini melatih pelafalan huruf hijaiyah, hukum nun/mim sukun, mad, serta tanda waqaf. 

Poin Penting Tahsin Al-Qur'an:

  • Pengertian: Secara bahasa berasal dari hassana-yuhassinu yang berarti memperbagus atau memperbaiki.
  • Fokus Pembelajaran:
    • Makharijatul Hurup: Tempat keluar hurup.
    • Shifatul Hurup: Karakteristik hurup (tebal/tipis, aliran napas, dll).
    • Ahkamul Hurup: Hukum bacaan (Idgham, Ikhfa, Izhar, dll).
    • Ahkamul Maddi wal Qasr: Panjang pendek bacaan.
  • Tujuan: Memperbaiki bacaan, menghafal Al-Qur'an dengan benar, dan menjaga orisinalitas tilawah.
  • Perbedaan dengan Tahfidz: Tahsin fokus pada perbaikan cara membaca (kualitas), sedangkan Tahfidz adalah proses menghafal Al-Qur'an. 

Tahsin sangat penting agar ibadah tilawah terjaga dari kesalahan fatal yang mengubah makna. 

Dengan adanya kegiatan pengajian ini, disampaikan oleh Jupri yang juga sebagai bendahara RT 24 mengungkapkan memberi dampak yang signifikan bagi dirinya dan rekan-rekan pengajian. Dimana mereka yang tadinya tidak tahu menjadi tau membaca Al-Qur’an yang benar dengan pelafalan yang lebih pas termasuk panjang pendeknya hurup.

Kelompok pengajian ini berdasarkan informasi setiap kelompoknya terdiri dari minimal 3 orang dan maksimal 10 orang dan bila lebih dari 10 orang, maka akan dijadikan 2 kelompok ujar Jupri. Sedangkan untuk pembayaran hanya seikhlasnya saja.

Dengan semangat untuk memperbaiki bacaan mengaji dan supaya hidup lebih baik dan memberi makna, maka Jupri sendiri mengajak kepada warga khususnya yang berada dikampung Sri Mulyo untuk dapat bersama-sama bergabung dalam pengajian ini, tinggalkan rasa malu meski kita bukan anak-anak lagi.

Kita berharap terus dapat melaksanakan kegiatan yang positif sekaligus untuk memakmurkan masjid agar kita semua mendapatkan pahala atas segala yang kita lakukan tutupnya.
Ustad Ashar juga menyampaikan rasa terimakasih atas support dari para pengurus masjid dalam upaya melaksanakan aktivitas yang penuh faedah ini. Semoga para perangkat kelurahan, RT, pengurus masjid, dan seluruh jama'ah senantiasa mendapat kebaikan disisi Allah Subhanahu wata'ala.. aamiin

Sebuah hal yang tentu saja menjadi panutan buat kita untuk melakukan hal yang sama dan tentu saja terima kasih untuk para pengurus masjid yang telah memfasilitasi kegiatan para pemuda masjid ini. https://drive.google.com/file/d/1m4BmsAAO5DH8w0grQ-gYgpiqNr-Yutiu/view?usp=sharing 

-Ridwan-

Komentar

Posting Komentar

Berkomentarlah yang bijak