Masing-masing gejala bisa berbeda antara pengidap yang satu dengan pengidap yang lainnya ujar Ridwan.
“Schizophrenia adalah kondisi yang membutuhkan perawatan
jangka panjang oleh tim medis yang terlatih, jadi mengatasinya ada
caranya," jelas Ridwan.
Pertama dengan terapi obat antipsikotik dapat membantu mengendalikan gejala schizophrenia.
Penting untuk berkonsultasi dengan dokter yang kompeten dalam pengobatan gangguan ini.
Kedua terapi psikososial, terapi ini dapat membantu individu
dengan schizophrenia belajar menghadapi stres, mengembangkan keterampilan
sosial, meningkatkan kemampuan berpikir dan penyesuaian diri.
Dukungan dari keluargapun sangat diperlukan agar pengidap
memahami masalah yang dihadapi.
Schizophrenia sendiri sebenarnya sulit untuk dicegah
dikarenakan faktor genetik dan ketidakseimbangan dalam otak.
"Namun, melalui assessment yang mendalam upaya yang
dapat dilakukan dengan mendeteksi dan mengobatinya sejak dini sehingga perilaku
buruk dan tingkat kekambuhan dapt dicegah," tegasnya.
Jadi bila ditemukan gejala schizophrenia, maka segeralah
hubungi psikolog maupun psikiater terdekat.
Supaya tidak terjadi perilaku yang berlarut karena pengidap
bisa melakukan hal-hal yang menakutkan seperti membunuh orang lain karena
mereka seolah-olah mendegar sesuatu bisikan.
Bisikan tersebutlah yang meminta mereka lakukan hal tersebut
diluar kontrol.
"Meski sebenarnya bisikan atau juga penglihatan mereka
itu tidaklah benar atau tidak sesuai dengan kenyataannya, namun mereka sangat
meyakini apa yang mereka dengar, lihat dan rasakan," tuturnya.
Artikel ini telah tayang di TribunJambi.com dengan judul Psikolog UIN STS Jambi Tunjukkan Cara Mengatasi Schizophrenia, https://jambi.tribunnews.com/2023/05/28/psikolog-uin-sts-jambi-tunjukkan-cara-mengatasi-schizophrenia.
Komentar
Posting Komentar
Berkomentarlah yang bijak