Malam Pertama Ramadhan Dipenuhi Jamaah

Rabu malam (18/02/2026) merupakan malam pertama pelaksanaan shalat tarawih sesuai petunjuk dari Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama RI yang tentu pula merupakan malam awal yang sangat dinantikan dalam menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan 1447 H.

Sekitar 250 jamah dari kalangan bapak-bapak, ibu-ibu serta anak-anak memenuhi lantai satu masjid Nurul Huda yang berada dikawasan Kelurahan Pakuan Baru kota Jambi dipandu oleh Bapak Hendri Apriyadi.

Kegiatan diawali dengan sholat Isya berjamah dan kemudian dilanjutkan dengan shalat Tarawih sebanyak 8 rakaat dengan 4 kali salam dengan bilal Bapak Sarwono. Setelah itu dilanjutkan dengan KULTUM (ceramah singkat) oleh Ustad H. Saiful yang mengangkat tema "Investasi Akhirat".

Dalam pengantar awalnya, Ustad H. Saiful menyampaikan dalam Islam, terdapat ajaran untuk memaksimalkan lima kesempatan sebelum datang lima keadaan yang menghalanginya, sering disebut "Manfaatkan 5 Perkara Sebelum 5 Perkara" 

Diantara 5 perkara yang dimaksud :

  1. Waktu muda sebelum masa tua.
  2. Waktu sehat sebelum sakit.
  3. Masa kaya sebelum miskin.
  4. Waktu luang sebelum sibuk.
  5. Hidup sebelum mati. 

Penjabaran dari kelima perkara tersebut agar tidak disia-siakan:

  • Masa Muda sebelum Masa Tua: Gunakan fisik yang kuat untuk beribadah sebelum tubuh melemah.
  • Waktu Sehat sebelum Sakit: Beramallah saat sehat sebelum sakit menghalangi aktivitas.
  • Masa Kaya sebelum Miskin: Bersedekahlah dengan harta sebelum kesempatan itu hilang atau harta habis.
  • Waktu Luang sebelum Sibuk: Manfaatkan waktu luang untuk ketaatan sebelum disibukkan oleh urusan duniawi atau alam kubur.
  • Hidup sebelum Mati: Lakukan amal saleh sebagai bekal karena amal terputus saat mati. 

Selain itu, menurut Ali bin Abi Thalib, terdapat lima perkara penghalang kesalehan yang harus ditinggalkan: merasa cukup dengan kebodohan, tamak pada dunia, kikir, riya', dan bangga diri.

Dalam narasi lain mengenai golongan yang masuk surga tanpa hisab, disebutkan juga:

  • Orang alim (berilmu) yang mengamalkan ilmunya.
  • Orang yang haji mabrur.
  • Orang yang mati syahid.
  • Orang kaya yang dermawan dan tidak riya'. 
Kesempatan ini pula ustad H. Saiful mengajak para jamaah agar dapat mewakafkan sebagian hartanya untuk pembangunan masjid yang in sya Allah dalam waktu beberapa bulan lagi dapat kita selesaikan bersama.
Alhamdulillah terkumpul infaq sebanyak 10 juta lebih dan bagi warga yang terus ingin menginfaqkan rizkinya untuk pembangunan masjid dapat menghubungi panitia pembangunan masjid tutur Ustad H. Saful.
Usai ceramah singkat, dilanjutkan dengan shalat witir 3 rakatat dengan 2 salam.

-Admin-

Komentar