Hasil Musyawarah Mahasiswa dan Warga RT 24

 

Praktek Pengalaman Lapangan mahasiswa Profesi Keperawatan POLTEKKES Jambi, mengadakan pertemuan musyawarah bersama warga RT 24  berlokasi di POSKO 5. Pertemuan yang dimulai pada pukul 16.00 hingga 17.30 (03/02/2026) ini mengagendakan paparan temuan para mahasiswa Profesi Keperawatan atas hasil temuan yang mereka lakukan selama satu minggu terakhir.

Kegiatan dipandu oleh Moderator dari mahasiswa yakni Karina Chairani yang terlebih dahulu memberi kesempatan kepada ketua penyelenggara Syabrina Malika Dasril untuk memberi kata sambutan. Dalam sambutannya Syabrina menyampaikan tujuan diselenggarakan kegiatan sebagai bentuk tindak lanjut dari aktivitas yang mendahaluinya, yakni pendataan permasalahan kesehatan yang ada di masyarakat RT 24 dan mana yang menjadi skala prioritas masalah serta tindak lanjut apa yang akan dilakukan untuk minggu berikutnya berdasarkan hasil diskusi bersama warga.

Selanjutnya kesempatan yang sama diberikan kepada Ketua RT 24 untuk dapat memberikan kata sambutannya. Pak Hendri selaku ketua RT 24 mengawali dengan memberikan ucapan terima kasih atas usaha para mahasiswa mengadakan kegiatan musyawarah serta ucapan terima kasih pula atas kehadiran dari para warga RT 24 yang telah menyempatkan waktu untuk hadir disela-sela kesibukan yang ada. Pak Hendri juga mengharapkan peran aktif dari mahasiswa dan warga agar dapat berkolaborasi mensukseskan kegiatan hidup sehat ditengah-tengah masyarakat sebagai upaya membantu warga dalam pemahaman bidang kesehatan. 

Setelah dibuka oleh PAk Hendri, acara dilanjutkan dengan pemaparan hasil temuan lapangan oleh Winarni Dan Nolina Anggraini yang secara bergiliran menjelaskan tentang kegiatan mereka selama dilapangan dimana mereka mengidentifikasi dan mengambil data sebanyak 56 KK yang terdiri dari 199 jiwa terbagi dari Balita 12 orang, Anak 9 orang, remaja 9 orang, dewasa 136 orang serta lansia 24 orang.

Dari Jumlah tersebut, berjenis kelamin Perempuan sabanyak 99 orang dan Laki-laki sebanyak 100 orang dengan status sudah menikah ada 84 orang, belum menikah 98 orang dan cerai sebanyak 17 orang dengan kriteria Keluarga :

1.      1. Nuclear Familiy (unit keluarga terkecil yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak (kandung atau adopsi) yang belum menikah dan tinggal dalam satu rumah tangga. Sebanyak 33 KK.

2.      2. Extended Family (struktur keluarga yang melampaui keluarga inti (ayah, ibu, anak), mencakup kerabat sedarah seperti kakek-nenek, paman, bibi, sepupu, hingga keponakan, yang sering kali tinggal bersama atau berdekatan dalam satu lingkungan). Sebanyak 2 KK.

3.      3. Elderly family (keluarga lanjut usia) adalah unit keluarga yang kepala keluarganya, pasangannya, atau anggota tunggalnya merupakan seorang lansia (berusia 60 tahun ke atas). Tipe keluarga ini sering kali melibatkan satu atau lebih lansia yang tinggal bersama, atau tinggal dengan orang lain yang mendukung kebutuhan perawatan fisik, psikologis, sosial, dan spiritual mereka. Sebanyak 5 KK.

4.      4. Dyadic Family (keluarga diad) adalah tipe keluarga tradisional yang terdiri dari sepasang suami istri yang hidup bersama dalam satu rumah tangga tanpa memiliki anak. Keluarga ini dapat berupa pasangan yang belum memiliki anak, pasangan yang memilih tidak memiliki anak (childless), atau pasangan yang anaknya sudah tidak tinggal bersama. Sebanyak 4 KK.

5.      5. Single parent family (keluarga orang tua tunggal) adalah struktur keluarga yang terdiri dari satu orang tua (ayah atau ibu) yang membesarkan satu atau lebih anak tanpa kehadiran atau dukungan pasangan sehari-hari. Kondisi ini umumnya terjadi akibat perceraian, kematian pasangan, perpisahan, atau pilihan untuk memiliki anak tanpa pasangan. Sebanyak 11 KK.

6. Single adult living alone (orang dewasa tunggal yang tinggal sendiri) adalah tipe struktur keluarga atau rumah tangga yang hanya terdiri dari satu orang dewasa (laki-laki atau perempuan) yang tinggal sendiri di dalam rumahnya. Kondisi ini merujuk pada individu yang hidup mandiri tanpa pasangan atau anak, seringkali karena belum pernah menikah, bercerai, atau ditinggal pasangan. Sebanyak 4 KK.

Untuk Status Gizi dengan berat badan Kurang ada 14 orang, berat badan normal 64 orang dan berat badan berlebih 49 orang dengan status kesehatan, sehat/beresiko ada 167 orang dan dengan penyakit menular 32 orang.

Sementara itu kondisi Lingkungan Perumahan, terdiri dari :

1. Rumah yang memiliki ventilasi dan pencahayaan yang selalu tersedia sekitar 57% (32 KK), kadang-kadang 35% (19 KK) dan tidak pernah 8% (5 KK).

2. Sumber air bersih tersedia dan mudah diakses yang selalu tersedia sekitar 74% (41 KK), kadang-kadang 21% (12 KK) dan tidak pernah 5% (3 KK).

3. Keluarga memiliki jamban sehat yang selalu tersedia sekitar 87% (49 KK), kadang-kadang 13% (7 KK) dan tidak pernah 0%.

4. Sampah rumah tangga dikelola dengan baik yang selalu tersedia sekitar 86% (48 KK), kadang-kadang 0%  dan tidak pernah 14% (8 KK).

5. Lingkungan rumah bebas dari air yang selalu aman sekitar 75% (42 KK), kadang-kadang 12,5% (7 KK) dan tidak pernah 12,5% (7 KK).

Perilaku kesehatan warga, diantaranya :

1. Anggota keluarga rutin mencuci tangan, yang selalu sekitar 68% (38 KK), kadang-kadang 32% (18 KK) dan tidak pernah 0%.

2. Keluarga mengkomsumsi makanan bergizi seimbang, yang selalu sekitar 71% (40 KK), kadang-kadang 29% (16 KK) dan tidak pernah 0%.

3. Anggota Keluarga rutin berolahraga, yang selalu sekitar 36% (20 KK), kadang-kadang 41% (23 KK) dan tidak pernah 23% (13 KK).

4. Tidak ada anggota keluarga merokok didalam rumah, yang selalu sekitar 39% (22 KK), kadang-kadang 29% (16 KK) dan tidak pernah 32% (18 KK).

5. Keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan saat sakit, yang selalu sekitar 72% (40 KK), kadang-kadang 14% (8 KK) dan tidak pernah 14% (8 KK).

Untuk survey Kesehatan Bayi (0-11 bulan):

1. Bayi mendapatkan ASI Eksklusif, yang selalu sekitar 100% (3 KK), kadang-kadang 0% dan tidak pernah 0%.

2. Bayi mendapatan imunisasi sesuai jadwal, yang selalu sekitar 100% (3 KK), kadang-kadang 0% dan tidak pernah 0%.

3. Berat badan bayi meningkat sesuai dengan usianya, yang selalu sekitar 100% (3 KK), kadang-kadang 0% dan tidak pernah 0%.

4. Bayi mengalami sakit (demam, diare, batuk), yang selalu sekitar 0%, kadang-kadang 100% (3 KK)  dan tidak pernah 0%.

5. Bayi dibawa ke fasilitas kesehatan/posyandu secara rutin, yang selalu sekitar 67% (2 KK), kadang-kadang 1% (1 KK) dan tidak pernah 0%.

Kesehatan Balita, ada 6 KK :

1. Balita mengkomsumsi makanan bergizi seimbang setiap hari, yang selalu sekitar 100% (6 KK), kadang-kadang 0% dan tidak pernah 0%.

2. Balita rutin ditimbang dan dipandu pertumbuhannya di posyandu, yang selalu sekitar 100% (6 KK), kadang-kadang 0% dan tidak pernah 0%.

3. Balita aktif bergerak dan bermain sesuai usianya, yang selalu sekitar 100% (6 KK), kadang-kadang 0% dan tidak pernah 0%.

4. Balita mendapat imunisasi lengkap, yang selalu sekitar 100% (6 KK), kadang-kadang 0% dan tidak pernah 0%.

5. Balita jarang mengalami penyakit seperti diare atau ISPA, yang selalu sekitar 50% (3 KK), kadang-kadang 50% (3 KK) dan tidak pernah 0%.

Kesehatan Remaja (12-18 tahun), ada 17 KK :

1. Remaja menjaga kebersihan diri (mandi, gosok gigi, dll), yang selalu sekitar 100% (17 KK), kadang-kadang 0% dan tidak pernah 0%.

2. Remaja melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara rutin, yang selalu sekitar 71% (12 KK), kadang-kadang 29% (5 KK) dan tidak pernah 0%.

3. Remaja tidak merokok, minuman alkohol, atau menggunakan narkoba, yang selalu sekitar 71% (12 KK), kadang-kadang 0% dan tidak pernah 29% (5 KK).

4. Remaja memahami informasi tentang kesehatan reproduksi, yang selalu sekitar 59% (10 KK), kadang-kadang 41% (7 KK) dan tidak pernah 0%.

5. Remaja memiliki waktu tidur yang cukup setiap hari, yang selalu sekitar 71% (12 KK), kadang-kadang 29% (5 KK) dan tidak pernah 0%.

Kesehatan dewasa (19-59 tahun), ada 50 KK :

1. Orang dewasa melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan secara rutin, yang selalu sekitar 42% (21 KK), kadang-kadang 58% (29 KK) dan tidak pernah 0%.

2. Orang dewasa mengkomsumsi makanan bergizi seimbang, yang selalu sekitar 64% (32 KK), kadang-kadang 36% (18 KK) dan tidak pernah 0%.

3. Orang dewasa melakukan aktivitas fisik/olahraga secara teratur, yang selalu sekitar 32% (16 KK), kadang-kadang 56% (28 KK) dan tidak pernah 12% (6 KK).

4. Orang dewasa mampu mengelola stres dengan baik, yang selalu sekitar 84% (42 KK), kadang-kadang 12% (6 KK) dan tidak pernah 4% (2 KK).

5. Orang dewasa tidak merokok atau mengurangi kebiasaan merokok, yang selalu sekitar 44% (22 KK), kadang-kadang 28% (14 KK) dan tidak pernah 28% (14 KK).

Kesehatan LANSIA, ada 18 KK :

1. Lansia rutin memeriksa kesehatannya ke fasilitas kesehatan, yang selalu sekitar 22% (4 KK), kadang-kadang 56% (10 KK) dan tidak pernah 22% (4 KK).

2. Lansia mengkomsumsi obat sesuai anjuran tenaga kesehatan, yang selalu sekitar 39% (7 KK), kadang-kadang 39% (7 KK) dan tidak pernah 32% (4 KK).

3. Lansia aktif melakukan aktivitas sehari-hari sesuai kemampuan, yang selalu sekitar 83% (15 KK), kadang-kadang 17% (3 KK) dan tidak pernah 0%.

4. Lansia mendapatkan dukungan dan perhatian dari keluarga, yang selalu sekitar 83% (15 KK), kadang-kadang 0%  dan tidak pernah 17% (3 KK).

5. Lansia melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri, yang selalu sekitar 83% (15 KK), kadang-kadang 17% (3 KK) dan tidak pernah 0%.

6. Lansia rutin memeriksakan kesehatannya ke fasilitas kesehatan, yang selalu sekitar 55% (10 KK), kadang-kadang 17% (3 KK) dan tidak pernah 28% (5 KK).

Peran Keluarga dan Dukungan Sosial, ada 56 KK :

1. Keluarga saling mendukung dalam menjaga kesehatan, yang selalu sekitar 57% (32 KK), kadang-kadang 23% (13 KK) dan tidak pernah 20% (11 KK).

2. Keputusan kesehatan diambil bersama keluarga, yang selalu sekitar 59% (32 KK), kadang-kadang 21% (12 KK) dan tidak pernah 20% (11 KK).

3. Keluarga bersedia menerima edukasi kesehatan, yang selalu sekitar 100% (56 KK), kadang-kadang 0% dan tidak pernah 0%.

4. Hubungan antar anggota keluarga berjalan harmonis, yang selalu sekitar 77% (43 KK), kadang-kadang 23% (13 KK) dan tidak pernah 0%.

Setelah itu turut memberikan presentasi Hanifa Hendrian dan Restu Apsifa memaparkan skoring utk intervensi tindak lanjut kegiatan yang akan dilakukan dengan terlebih dahulu memberi kesempatan pilihan terhadap para warga yang hadir, baik berupa masalah yang sifatanya aktual seperti Tidak memeriksa kesehatan merupakan masalah aktual, sedangkan masalah resiko, berupa penyebab yang akan ditimbulkan. Dari data dan diskusi yang ada diketahui  perlunya kegiatan sebagai bahan evaluasi yakni kegiatan pemeriksaan kesehatan, kegiatan senam sehat dan sosialisasi kesehatan.


Kegiatan yang dihadiri juga oleh dosen pembimbing mahasiswa ini kemudian diakhiri dengan kesepakatan tindak lanjut serta ditutup dengan doa oleh Agus Mahfudin serta poto bersama.




Warga tampak antusias dengan aktivitas yang dilakukan oleh para mahasiswa dan berharap kegiatan yang telah disepakati dapat terlaksana dengan baik.

-Ridwan-


Komentar