Akhir-akhir ini seringkali kita mendengar beberapa kasus yang berkaitan dengan gejala kejiwaan berupa munculnya halusinasi (sebuah situasi dimana orang merasa dihantui oleh pikiran-pikirannya sendiri) serta adanya gejala waham (seolah merasa menjadi sesuatu) atau bisa juga disebut sebagai perasaan menjadi orang atau objek lain yang terkadang diluar nalar.
Ridwan seorang Psikolog Jambi yang juga sebagai sekretaris RT 24 Kelurahan Pakuan Baru, Kota Jambi pernah membahas masalah schizophrenia disalah satu media terbesar, yakni Tribun Jambi beberapa waktu yang lalu.
Menurut Ridwan yang mencoba menjelaskan pemahaman tentang 'Schizophrenia' yang dimaknai dengan 'Skizo' yang artinya retak atau pecah (spilt-red), dan 'frenia' yang artinya jiwa. Artinya, Schizoprenia adalah gangguan mental yang mempengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, dan berperilaku.
Penderita schizoprenia sering mengalami gejala seperti
delusi, halusinasi, gangguan berpikir, dan kesulitan dalam membedakan kenyataan
dengan khayalan yang biasanya terjadi diantara usia 15-25 tahun.
Mereka terkadang tertawa-tawa sendiri atau berteriak-teriak
tanpa ada stimulus yang menyertai.
Dari beberapa kasus, mereka seolah mendengar bisikan ghaib,
bahkan ada yang merasa bisa berbicara dengan makhluk ghaib dan Binatang serta
ada yang memiliki waham kalau mereka adalah seorang nabi atau keyakinan lain
yang itu tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.
Ridwan yang juga sebagai 'agen of change' di kampusnya (UIN STS Jambi) dan pernah menjabat sebagai ketua dibeberapa PRODI di lingkungan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan ini, menjelaskan pula penyebab schizophrenia yang
hingga kini belum diketahui secara pasti.
"Tetapi tentu ada faktor yang dapat meningkatkan risiko
seseorang mengembangkan gangguan ini," jelasnya.
Artikel
ini telah tayang di TribunJambi.com dengan
judul Psikolog UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi Jelaskan Apa Itu Gangguan
Mental Schizophrenia, https://jambi.tribunnews.com/2023/05/28/psikolog-uin-sultan-thaha-saifuddin-jambi-jelaskan-apa-itu-gangguan-mental-schizophrenia.
Komentar
Posting Komentar
Berkomentarlah yang bijak